Penulis:
Sri Nurmayanti, S.P., M.Si.,
Prof. Dr. Ir. Soesiladi Esti Widodo, M.Sc.,
Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc.

Buku yang berjudul: Produktivitas dan Kualitas Biji Kakao sebagai Respons Fisiologis terhadap Perbedaan Altitude ini membahas secara menyeluruh bagaimana perbedaan ketinggian tempat (altitude) memengaruhi produktivitas dan kualitas biji kakao (Theobroma cacao L.) melalui respons fisiologis tanaman. Buku ini memadukan hasil penelitian, kajian pustaka, dan pengalaman untuk menjelaskan hubungan antara faktor lingkungan, seperti: suhu, kelembapan, radiasi cahaya, dan tekanan udara dengan proses fotosintesis, respirasi, serta metabolisme sekunder yang menentukan aroma dan cita rasa khas biji kakao.
Penulis menguraikan konsep dasar ekofisiologi kakao, pengaruh altitude terhadap agroklimat, serta adaptasi fisiologis tanaman di berbagai ketinggian. Selain itu, buku ini juga menjelaskan bagaimana senyawa metabolit sekunder, seperti teobromin dan polifenol, berperan dalam pembentukan mutu biji kakao. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanaman kakao di dataran menengah (sekitar 400–800 m dpl) memiliki produktivitas tertinggi, sementara tanaman kakao di dataran tinggi menghasilkan biji dengan kualitas premium, ditandai oleh aroma dan kadar lemak yang lebih kompleks.
Buku ini juga menawarkan strategi peningkatan produktivitas dan kualitas biji kakao melalui pendekatan fisiologis, pengelolaan iklim mikro, serta penerapan praktik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim. Dengan gaya penyajian ilmiah yang mudah dipahami, buku ini ditujukan bagi petani, peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan di sektor perkebunan. Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa altitude bukan sekadar faktor geografis, melainkan juga variabel biologis penting yang menentukan keberhasilan produksi kakao. Melalui pendekatan ekofisiologis yang berkelanjutan, buku ini menjadi panduan berharga untuk mewujudkan sistem pertanian kakao yang adaptif, efisien, dan ramah lingkungan.[]