Penulis:
Purba Sanjaya, S.P., M.Si., Prof. Dr. Ir. Soesiladi Esti Widodo, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc.

Blurb:
Buku ini membahas masalah resistensi gulma terhadap herbisida yang semakin serius dalam ekosistem perkebunan tebu di Indonesia. Penggunaan herbisida secara berulang dan jangka panjang telah mendorong gulma untuk beradaptasi dan berkembang menjadi biotipe resisten, sehingga pengendalian menjadi kurang efektif. Resistensi gulma tidak hanya menurunkan hasil tebu, tetapi juga meningkatkan biaya produksi dan menimbulkan risiko ekologis dalam sistem perkebunan tebu yang bersifat monokultur dan intensif.
Selanjutnya, buku ini menjelaskan bagaimana interaksi antara gulma, tanaman tebu, lingkungan, dan praktik pengelolaan membentuk proses munculnya resistensi. Melalui pendekatan ekofisiologi dan ekologi, pembaca diajak memahami mekanisme fisiologis dan biokimia gulma resisten, pengaruh penggunaan herbisida di tanah tropis, serta dampaknya terhadap produktivitas tebu dan keberlanjutan industri gula. Resistensi dipaparkan sebagai proses evolusi yang dipercepat oleh tekanan seleksi manusia dan perubahan lingkungan.
Pada bagian akhir, buku ini menawarkan strategi pengelolaan gulma resisten yang berkelanjutan melalui pendekatan Integrated Weed Management (IWM). Strategi ini mengombinasikan pengendalian kimia, mekanis, biologis, dan agronomis untuk menekan perkembangan resistensi gulma. Buku ini diharapkan menjadi rujukan praktis dan ilmiah bagi mahasiswa, peneliti, praktisi perkebunan, serta pengambil kebijakan dalam mengelola gulma secara lebih efektif dan ramah lingkungan pada perkebunan tebu. []